Nona, yang mewarnai melati itu, putih tiada noda. Tiada sapa, senyum, pun tawa. Seperti nona, dingin, ku tau lewat ribuan malam-malam purnama. Dan memang seperti itu nona ada. Entah kenapa. Aku-pun kagum, pada sesekali gelak tawanya. Meledak-ledak cantik dan menawan. Dan disaat itu-pun nona ada. Ada, tetapi tidak denganku. Dan mungkin bualan kata-kata ini. Gambaran dari kebahagiaanmu, tidak denganku. Penuh renungan dan ribuan ikhlas. Dipetiknya melati itu Tentang puisi ini : -